Malaysia Resmi Kembalikan Jadwal Pembukaan Sekolah ke Bulan Januari mulai 2026
KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pendidikan (KPM) secara resmi mengonfirmasi bahwa kalender akademik persekolahan akan dikembalikan ke siklus semula, yakni dimulai pada bulan Januari. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor sosiologis dan aspirasi masyarakat pasca-gangguan jadwal akibat pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.
Menteri Pendidikan Malaysia menyatakan bahwa transisi ini akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak ada pihak yang dirugikan, terutama para siswa dan guru. Perubahan ini disambut positif oleh mayoritas orang tua yang menganggap jadwal Januari jauh lebih ideal bagi perencanaan keluarga dan sinkronisasi dengan hari libur nasional serta perayaan hari besar di Malaysia.
Perjalanan Kembali ke Tradisi Januari
Sebagaimana diketahui, sebelum pandemi melanda, tahun ajaran baru di Malaysia selalu dimulai pada minggu pertama bulan Januari. Namun, karena penutupan sekolah yang berkepanjangan dan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PdPR) selama masa pandemi, kalender akademik sempat bergeser ke bulan Maret.
Pergeseran tersebut sempat menimbulkan tantangan tersendiri, termasuk sinkronisasi ujian nasional seperti Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) dan pendaftaran ke jenjang pendidikan tinggi. Dengan kembalinya jadwal ke Januari, diharapkan sistem pendidikan Malaysia dapat berjalan lebih stabil dan terukur.
Penyesuaian Bertahap
Untuk mencapai target pembukaan sekolah pada Januari 2026, Kementerian Pendidikan Malaysia melakukan penyesuaian durasi libur sekolah dan jadwal ujian secara cermat. Berikut adalah beberapa poin utama dalam masa transisi ini:
-
Pemampatan Kalender: Durasi libur akhir tahun disesuaikan agar siklus akademik tahun berjalan selesai lebih cepat setiap tahunnya hingga mencapai titik awal Januari.
-
Kesejahteraan Guru dan Siswa: Pemerintah memastikan bahwa meskipun ada penyesuaian jadwal, beban kerja guru dan jam belajar siswa tetap terjaga sesuai standar kurikulum yang berlaku.
-
Koordinasi Sektor Pendidikan Tinggi: Penyesuaian ini juga dikoordinasikan dengan universitas agar masa tunggu lulusan sekolah menengah untuk masuk ke perguruan tinggi tidak menjadi terlalu lama.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Kembalinya sekolah ke bulan Januari juga memiliki dampak ekonomi dan sosial. Sektor ritel yang menyediakan perlengkapan sekolah biasanya telah https://www.kabarmalaysia.com/ menyiapkan stok besar menjelang akhir tahun. Selain itu, sinkronisasi ini memudahkan para orang tua dalam mengatur cuti kerja dan anggaran tahunan rumah tangga.
«Kami sangat lega mendengar keputusan ini. Memulai sekolah di bulan Januari memberikan rasa keteraturan dan awal yang segar bagi anak-anak untuk memulai tahun yang baru,» ujar salah satu perwakilan persatuan orang tua murid di Kuala Lumpur.
Dengan langkah ini, Malaysia berkomitmen untuk memulihkan stabilitas sistem pendidikannya dan memberikan kepastian masa depan bagi jutaan siswa di seluruh negeri.